Selasa, 11 Juni 2013

THIS IS MY DREAM


Hidup itu harus punya mimpi, entah itu mimpi indah atau mimpi basah. Enggak, gue gak maksud jorok kok, maksud gue mimpi jadi perenang profesional gitu. Kan basah-basahan tuh  *ngeles*.

Dunia ini terus berkembang karena adanya mimpi. Kita gak akan jadi apa-apa tanpa sebuah mimpi. Kata bang Giring Nidji, Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Dari lirik lagu itu kemudian gue tahu kenapa para penjahat di kartun-kartun gak pernah bisa menguasai dunia . mungkin karena mereka gak punya mimpi. 

Waktu gue kecil gue pernah punya mimpi yang ekstrem. Gue pengen bisa jadi ultraman, manusia raksasa dengan kepala lancip dan setiap hari kelahi dengan monster. Menurut gue menjadi ultraman adalah salah satu bentuk penghematan energi. Karena dengan menjadi ultraman maka jakarta – bandung bisa ditempuh dengan jalan kaki. Namun seiring bertambahnya usia dan kegantengan gue, gue sadar  kalau mimpi gue gak masuk akal. Alasaannya semua pemeran ultraman itu ganteng  dan gue ....., gue...., gue gantengnya udah keterlaluan. Saking gantengnya gue bahkan menempati tingkat terakhir dari ganteng, yaitu “Abstrak”. 

Setelah gue beranjak SMA, gue berpikir kalau menjadi ultraman adalah mimpi terbodoh gue. Ternyata bukan, setamat SMA gue punya mimpi yang lebih ajaib daripada itu. Gue bermimpi menjadi boyband. Ya!!! Boyband, lo gak lagi salah baca. GUE BERMIMPI JADI PERSONIL BOYBAND *Diulang biar lebih terdramatisir*.

Waktu itu Sm*sh lagi tenar-tenarnya dan Cherrybelle lagi hot-hotnya. Sedangkan gue, status gue masih mantan siswa dan calon mahasiswa yag merangkap admin sebuah fanbase bernama @TwibiBoyz. Iya, gue pernah Alay -_-“. 

FYI aja sih, dulu fans Cherrybelle hanya disebut dengan nama Twibi dan gue adalah orang di balik nama twiboy. Gue yang ngusuin kalau fans cowoknya disebut twiboy karena menurut gue twibi itu “girly”. 

Sekarang gue baru nyadar kalau Twiboy emang gak “Girly” tapi terdengar rada “Bancy” *Disambit Anisa Cibi* . Aku kotor!.

Dari akun Twibiboyz-lah kemudian gue kenal dengan dua orang manusia (yang juga penggemar cherrybelle tentunya) bernama Jimmy dan Denny. Jimmy bukan Jimmy Neutron dan Denny bukan Denny Phantom apalagi  Denny si Manusia Ikan. Jimmy seorang siswa SMK dan Denny seorang mahasiswa pemetik gitar. Setelah semakin akrab, kami bertiga sepakat membentuk Boyband.
Sejak itu gue mulai rajin latihan dance di rumah.berbagai gerakan gue pelajari, mulai dari koprol, kayang, moonwalk sampai goyang ngebor. Untuk gerakan  koprol gue modifikasi dengan  koprol sambil bilang Wow. WOW!.

Berhubung gue  gak mau kalau boyband gue entar dicaci karena lipsync gue berusaha meningkatkan kualitas suara dengan rajin olah vokal minimal dua kali sehari. Untuk menghemat waktu, jadwal olah vokal gue sesuain dengan aktivitas lain yang dilakukan dua kali sehari dan dapat dilakukan bersamaan. Awalnya gue mengatur jadwal olah vokal disamakan dengan jadwal makan, hasilnya gue digaplok dengan magic jar sama nyokap karena makan sambil nyanyi. 

Senin, 10 Juni 2013

CERITA CINTA MONYET




Malam ini gue tiba-tiba kepikiran masa kecil gue. Gue ingat pertama kali gue suka sama cewek. Bukan berarti sebelumnya gue suka sama cowok sih. 
Mengenai istilah cinta monyet gue sendiri dulunya kurang paham. Dalam pikiran gue, cinta monyet itu adalah jenis pacaran yang dilakukan dengan saling mencari kutu kemudian memakannya. Kadang gue juga berpikir kalau cinta monyet itu adalah jenis cinta yang ekpresinya dilakukan dengan bergelantungan di pohon sambil teriak-teriak “I LOVE UUUUUUOOOOOOOOOOO”. Kalau perkiraan gue benar maka gue lebih setuju cinta ini disebut cinta Tarzan.

Cinta monyet pertama kali gue alamin pas gue umur 4 tahun. Sebagai seorang anak kecil seharusnya gue menyesal karena terlalu cepat dewasa.
Dulu di kampung ada seorang bidan yang didatangkan dari ibukota provinsi. Bu Bidan cantik ini tinggal di puskesmas, letaknya tidak  jauh dari rumah guru yang gue tempatin. Gue cukup akarab sama si ibu bidan, tiap hari gue main ke puskesmas buat nemenin atau entah ngeganggu si bidan.
Tunggu dulu, cinta monyet pertama gue bukan si ibu bidan ini lho. Sehina-hinanya gue, gue tak doyan sama wanita tua.
 Waktu itu musim kemarau. Di kampung gue musim kemarau itu sama dengan miniatur neraka, panas banget. Hanya anak kecil dengan kemampuan super seperti gue aja yang nekat main di luar rumah. Yap! Gue emang anak super, super budek gak mau dengerin nasihat orang tua. Saking bandelnya, gue dikutuk jadi batu sama nyokap tiga hari sekali.
Si ibu bidan sedang pulang kota. FYI aja, pulang kota adalah kebalikan dari pulang kampung. Gue yang bermaksud buat main ke puskesmas akhirnya mutusin buat main sepeda di sekitar puskesmas. Berhubung gue bukan Samson jadi gue main sepeda dalam arti keliling-keliling pakai sepeda bukannya mainin sepeda dengan dilempar dan ditangkap kemudian diseimbangin dengan meletakannya di atas hidung pesek gue.
Berhubung gue belum pandai pakai sepeda jadi sepeda gue yang mungil ini harus dipasang dua roda bantu di kanan dan kirinya. Sialnya, niat gue buat keliling-keliling salah diartiin sama sepeda kesayangan gue, salah satu roda bantunya tidak bisa berputar. Akibatnya sekuat apapun gue goes, bukannya keliling-keliling puskesmas malah sepeda gue tetap berputar-putar di tempat seperti motor bebek yang dikunci setangnya.
Pas lagi asyiknya main sepeda, tiba-tiba dua buah motor berhenti di depan puskesmas. Sesosok wanita cantik turun dengan anggun sambil melepas kacamatanya. Entah darimana angin tiba-tiba bertiup meniup rambut panjangnya. Ini mirip adegan-adegan sinetron yang sering gue tonton di kantor kepala desa. Adegan dilanjutkan dengan si wanita mengeluarkan tissue dari tasnya lalu menyeka keringat di wajahnya. Cantik banget.

Minggu, 09 Juni 2013

MAMON SI MAHASISWA SESAT




Nama gue  Yahya Muhaimin tapi elo bisa manggil gue mamon. gue lahir  19 tahun yang lalu, di sebuah kampung yang bahkan namanya gak ada di peta Indonesia. Gue pernah coba cari di google map dan ternyata juga gak ada. Nama kampung gue Sri Wangi, gue tau lo pasti bayangin gue lahir dalam kotak teh. Gue gak sehina itu. 
Gue seorang Mahasiswa Pendidikan Biologi di salah satu Universitas Negeri di Pontianak. Gak perlu gue sebutin juga lo pasti tahu, soalnya di Pontianak universitas negerinya Cuma satu.Tragis.
Kuliah di Pendidikan Biologi sebenarnya bukan cita-cita gue. Saat  kecil gue sempat bercita-cita jadi bidan. Kita hanya bisa berkehendak dan Tuhanlah yang menentukan. Lulus SMA gue sadar  akademi kebidanan hanya untuk cewek, artinya gue gak bisa jadi bidan. Cita-cita gue kandas, gue hampir frustasi. Sempat  gue berpikir buat operasi kelamin, tapi menurut nenek gue biaya operasi kelamin sangat mahal, gue tahu penghasilan bokap sebagai PNS Cuma cukup buat makan. Kalau harus jual diri gue gak akan bisa. Soalnya harga diri gue terlalu mahal untuk dijual. Hanya artis sekelas Ketti Peri dan Paris Hilten yang mampu beli gue, itupun dengan uang muka yang udah di subsidi 30% dan cicilan selama 1000 bulan. Gue tambah frustasi.
Setelah dapat penawar dari dukun langganan nenek gue, akhirnya gue dapat menerima kenyataan. Kenyataan bahwa gue emang telalu mahal buat jual diri, ups.
Gue sendiri bingung kenapa gue terjebak di jurusan yang gak pernah gue cita-citain ini. Gue coba memutar kembali memori ke masa lalu, soalnya gue selalu ingat bahwa apa yang kita lakukan di masa lalu berdampak bagi apa yang kita alami sekarang. Jelas-jelas dulu guru fisika gue pernah nasehatin gue buat gak ngambil jurusan biologi karena jadi mahasiswa biologi akan sangat melelahkan. Seperti yang gue alami sekarang.